Rabu, 02 Februari 2011

Semangat Pagi

Assalamualaikum
Hallo sobat
Selamat Pagi, 
Hayo Semangat, semangat, dan semangat walaupun cuaca dsni mendung bukan berarti menyrutkan semangat kita. Hari ini adalah perubahan, hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya. Maka dari itu mari kita awali hidup ini dgn niat dan berpola pikir positif, karena dgn berpikir positif akan memberikan efek yg positif juga bagi jiwa kita.

Pokoknya Pagi ini semangatnya harus semangat baru juga..
"we are in hight motivated."

Kata bijak hari ini: 

"Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseorang yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup." ~ Bediuzzaman Said Nursi

Selasa, 01 Februari 2011

Kekasih Sejatiku

Aku yang memikirkan, namun aku tak banyak berharap
Kau membuat waktuku, tersita dengan angan tentangmu
Mencoba lupakan tapi ku tak bisa, mengapa begini??

Oh Mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu, untuk ada disini menemaniku
Oh Mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku,semoga tak sekedar harapku

Bila kau telah menjadi milikku, aku tak kan menyesal telah jatuh hati...


Liric by Monita

Waktu Indonesia Bagian Galau

HUAAAAAAA...!!!
Ga tau knp skrng2 kok ga semangat bgt buat beraktifitas sperti biasanya. mana nih sosok gadis imut(me) yg selalu ceria, semangat n bisa memotivasi sendiri disaat down sperti ini,??? aku merasa seperti sedang menjadi orang lain bukan diri sendiri, Ya Allah apa yg sdng terjadi dgnku? sepertinya galau melanda diriku.

Ya, Galau krn seseorng, ga tau knp akhir2 ini q sllu mikirin tuh orang, padahal sebenarnya ga penting2 bgt buat dipikirin nambahin beban pikiran aja deh. tpi apa daya, tuh orng sllu ada dipikiranku udah lbih dri 1x24 jam, hrusnya laporan dulu tuh ke pak RT, nanti klo digerebek gmn? ga tanggung jawab loh saya *ngelantur kumat* :p

Hi boy, q kangen loh dgn drimu. & q harap drimu pun bgtu *ngarep* tpi kayaknya nggak deh. yasudahlah lupakan saja...
udah ah bingung mau nulis apa lgi, intinya mah, hari ini tepat tgl 1 Februari 2011. yg hrusnya bisa semangat krn awal bulan. tpi q malah lesu begini. bener2 butuh Penyemangattttttt..!!!

Rabu, 26 Januari 2011

Cinta Begini

Aku bisa terima meski harus terluka
Karena ku terlalu mengenal hatimu
Aku telah merasa dari awal pertama
Kau takkan bisa lama berpaling darinya

Ternyata hatiku benar
Cintamu hanyalah sekedar tuk sementara
Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti
Mana mungkin terus jalani cinta begini

Karena cinta tak akan ingkari
Takkan terbagi
Kembalilah pada dirinya
Biar ku yang mengalah
Aku terima…

Ku tak bisa terima…
Bila terus tak setia…
Menghianati dia…
Menduakan cinta…


Selasa, 25 Januari 2011

: )

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tahukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

.
Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat bercanda tawa denganmu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang adam, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada IMAM-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih adam-ku bila dia bukan drimu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah menunggumu bukan sebagai suamiku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu. Aku yang tidak mengerti diriku…

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.Wahai engkau yang dahalulu kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.
Wassalam

sumber: Dd.net